
OKU TIMUR – Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., melakukan kunjungan kerja ke lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Sumber Harapan, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Kamis (30/7/2026) sore.
Kunjungan yang berlangsung di area persawahan RW 003 RT 002 tersebut bertatap muka langsung dengan jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta kelompok tani setempat untuk memantau perkembangan program ketahanan pangan tersebut.
Turut hadir mendampingi Danrem dalam kegiatan ini Ketua Persit KCK Koorcab Rem 044 Ny. Vera Khabib Mahfud, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, S.IP., M.Han., Kapolsek Belitang II Iptu Toni Aji, S.H., M.H., Danramil Belitang II Kapten Inf Hasan Jabar Tanjung, perwakilan Dinas Pertanian OKU Timur Niswaturohmah, SP., M.EP., jajaran Tripika Kecamatan Belitang II, serta para pengurus Kelompok Tani Rukun Sentosa dan Loka Karya.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para petani yang telah sabar menunggu serta terus mendukung berjalannya program ini. Ia berharap program Cetak Sawah Rakyat dapat diselesaikan dengan optimal dan berkelanjutan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat.
”Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berkelanjutan. Program ini hadir tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat di sini,” ujar Danrem.
Secara teknis, Danrem memberikan penekanan khusus terkait pengelolaan sisa-sisa pembersihan lahan sawah baru. Ia mengingatkan agar kayu bekas pembersihan lahan diajukan penanganan khusus menggunakan zat pembusuk dan melarang keras metode pembakaran.
”Untuk pohon dan ranting kayu bekas penebangan, jangan sekali-kali dilakukan pembakaran. Ke depan, bisa diajukan penggunaan obat pembusuk kayu agar lahan tetap ramah lingkungan dan subur,” tegasnya.
Kegiatan kunjungan yang berakhir pada pukul 18.35 WIB tersebut berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif berkat pengamanan bersama dari personil Polsek Belitang II dan Koramil Belitang II.






