
MARTAPURA, OKU TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Nasdem, Rio Susanto, SE., MM., menggelar kegiatan Reses Tahap III Tahun Sidang 2025 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Kegiatan yang bertujuan menyerap langsung aspirasi konstituen ini berlangsung khidmat di halaman kediaman H. Barnu, Desa Margomulyo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, pada Kamis (2/7/2026) siang pukul 14.00 WIB.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat dan aparatur keamanan, di antaranya Bhabinkamtibmas Brigadir Dody Yuristianto, Babinsa Serma Sudarman, Kepala Desa Margomulyo H. Barnu, Kepala Desa Karang Manik Widiono, Kepala Desa Purwosari H. M. Taufik, Kepala Desa Sribantolo Sujarwo, serta tokoh masyarakat, perangkat desa, dan ratusan warga setempat yang antusias menyampaikan keluh kesah mereka.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Margomulyo, H. Barnu, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran legislator asal Partai Nasdem tersebut. Menurutnya, kehadiran anggota DPRD secara langsung di tengah masyarakat akan menjadi motor penggerak kemajuan pembangunan di desanya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas realisasi komitmen pembangunan infrastruktur berupa jalan cor dan drainase yang saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh warga Margomulyo.
Menanggapi hal tersebut, Rio Susanto, SE., MM., menegaskan bahwa fungsi utama reses adalah untuk mendengarkan, menghimpun, dan memperjuangkan harapan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Belitang II. Terkait dinamika anggaran saat ini, ia memberikan penjelasan yang transparan kepada warga.
”Untuk pembangunan pada tahun ini memang banyak yang tertunda karena penyesuaian anggaran, namun masyarakat jangan berkecil hati atau putus asa. Saya mengimbau kepada pemerintah desa dan kelompok masyarakat untuk tetap mengajukan proposal resmi dan memasukkannya ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Begitu kondisi ekonomi membaik, usulan-usulan prioritas tersebut akan langsung direalisasikan,” ujar Rio Susanto meyakinkan warga.

Komitmen Kamtibmas dan Sektor Pertanian
Selain fokus pada infrastruktur, aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta sektor pertanian turut menjadi sorotan. Bhabinkamtibmas Brigadir Dody Yuristianto, yang mengawal jalannya acara, mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah binaannya untuk aktif menjaga stabilitas keamanan desa.
Ia mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan adanya tindak pidana atau permasalahan sosial agar dapat segera ditindaklanjuti. Mengingat situasi saat ini memasuki musim kemarau yang rawan kebakaran, Brigadir Dody melarang keras membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah polusi udara dan kerusakan iklim. Selain itu, para petani jagung di wilayah Belitang II juga diimbau untuk menjual hasil panen mereka ke Badan Urusan Logistik (Bulog) guna menjaga stabilitas harga pangan.
Dialog Interaktif: Warga Minta Alsintan hingga Kejelasan Status Desa Persiapan
Sesi tanya jawab menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak. Perwakilan warga Desa Margomulyo mengajukan sejumlah usulan, mulai dari kemudahan administrasi izin keramaian untuk kegiatan kesenian tradisional Jaranan, bantuan alat bajak kebun (alsintan), perhatian khusus bagi petani jagung, perbaikan Pos Posyandu beserta fasilitasnya (tensi digital, obat-obatan, dan lahan parkir), hingga pembangunan jalan cor sepanjang 400 meter menuju mushola di Kampung 1.
Tidak hanya itu, muncul pula aspirasi dari masyarakat terkait status “Desa Persiapan Margomulyo Makmur” yang menginginkan agar wilayah mereka dapat kembali bergabung secara definitif dengan Desa Margomulyo.
Merespons rentetan usulan tersebut, Rio Susanto memberikan jawaban taktis. Mengenai izin keramaian, ia menjelaskan bahwa hal tersebut melibatkan sinergi antara pihak Kecamatan, Koramil, Pemerintahan Desa, dan Polsek, dan pihaknya berjanji akan mengoordinasikannya dengan instansi terkait agar proses administrasi berjalan lancar.
Sedangkan untuk bantuan alat pertanian (alsintan) dan fasilitas Posyandu, politisi Nasdem ini meminta pengurus kelompok tani dan kader Posyandu untuk segera menyusun proposal teknis agar bisa diinput ke dalam SIPD. Terkait pertanian jagung, ia berjanji akan segera menghubungi dinas terkait agar memberikan bantuan stimulus serta bimbingan intensif bagi petani setempat.
Menutup dialog mengenai status Desa Persiapan Margomulyo Makmur, Rio memberikan arahan agar pemerintah desa persiapan segera membuat surat pernyataan tertulis mengenai kesepakatan warga untuk bergabung kembali ke desa induk. “Proses penyatuan kembali ini secara formal tinggal menunggu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang terbaru. Oleh karena itu, siapkan dokumen administrasinya sejak sekarang,” jelasnya.
Kegiatan reses yang berlangsung dari siang hingga sore hari tersebut berakhir pada pukul 16.30 WIB dengan tertib, aman, dan kondusif. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai wujud harapan agar seluruh aspirasi yang telah ditampung dapat segera terwujud demi kemaslahatan masyarakat OKU Timur.






