
BELITANG II – Sebagai langkah deteksi dini penanggulangan bencana alam, jajaran personel kepolisian melakukan pemantauan intensif terhadap debit air di Desa Tegal Besar, Kecamatan Belitang II. Giat pengecekan ini berlangsung sepanjang hari Senin (02/02/2026), mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Aiptu M. Sudarsa bersama dua personel lainnya, Bripka Hardianto dan Brigadir Redy Eko. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi di wilayah tersebut dilaporkan masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Mitigasi dan Edukasi Masyarakat
Meski hingga saat ini laporan mengenai jenis bencana maupun kerugian (korban jiwa dan harta benda) dinyatakan nihil, pihak kepolisian tetap melakukan berbagai upaya mitigasi di titik-titik rawan. Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain:
- Pemasangan Rambu & Spanduk: Petugas telah memasang rambu peringatan dan spanduk imbauan di titik-titik jalan yang dinilai rawan longsor guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
- Pemantauan Aliran Sungai: Pengecekan secara berkala dilakukan pada aliran sungai untuk mengantisipasi luapan air yang berpotensi menyebabkan banjir.
- Edukasi Warga: Melalui kegiatan sambang dan penyuluhan (Binluh), personel memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kenaikan debit air Sungai Komering.
Koordinasi Lintas Instansi
Selain tindakan teknis di lapangan, tim juga terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kesiapan penanggulangan jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
”Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas di area rawan longsor dan tetap memantau perkembangan ketinggian air sungai secara mandiri serta segera melapor jika ada potensi bahaya,” ujar tim pimpinan giat dalam laporannya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Tegal Besar terpantau kondusif. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melaporkan setiap perkembangan terkini terkait kondisi cuaca dan potensi bencana di wilayah hukum Belitang II.






