
OKU TIMUR – Kepolisian Sektor (Polsek) Belitang II Polres OKU Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program ketahanan pangan nasional. Tidak hanya mendampingi saat masa tanam, pihak kepolisian kini turut mengawal proses pascapanen hingga penjualan hasil bumi para petani.
Terbaru, pada Kamis sore (11/6/2026) sekira pukul 15.30 WIB, Polsek Belitang II melakukan pendampingan dan monitoring langsung proses penjualan hasil panen jagung oleh petani binaan ke Gudang Bulog Terukis Rahayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Kegiatan monitoring ini diinisiasi oleh Kapolsek Belitang II, IPTU Toni Aji, S.H., M.H., yang dalam pelaksanaannya di lapangan diwakili oleh Anggota Binmas Polsek Belitang II, Brigadir Redy Eko Irawan, S.E.
Tembus 10,5 Ton dengan Kualitas Maksimal
Dalam proses penyerapan hasil tani tersebut, pihak Bulog melakukan pemeriksaan ketat yang meliputi uji kualitas jagung serta penimbangan tonase jumlah jagung yang masuk.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, jagung hasil panen petani binaan Polsek Belitang II mencatatkan hasil yang sangat baik:
- Total Penjualan: 10.500 kg (10,5 Ton)
- Kemasan: 210 karung (dengan berat rata-rata 50 kg per karung)
- Kadar Air: 11,2% (memenuhi standar pengujian pegawai Bulog)

Tindak Lanjut Program Ketahanan Pangan
Kapolsek Belitang II, IPTU Toni Aji, S.H., M.H., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari program penyerapan jagung ke Bulog yang sebelumnya telah disosialisasikan di Polres OKU Timur. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani.
”Kami bersama jajaran Bhabinkamtibmas akan terus melakukan monitoring secara langsung. Mulai dari pengecekan lahan pertanian, memberikan imbauan Kamtibmas, hingga mendampingi petani dalam proses pascapanen seperti penjualan ke Bulog hari ini,” jelasnya.
Melalui pendampingan intensif ini, diharapkan para petani di Kecamatan Belitang II mendapatkan harga yang adil dan stabil, sehingga kesejahteraan mereka makin meningkat.
Kegiatan monitoring penjualan yang berlangsung hingga pukul 16.45 WIB tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.






