
OKU TIMUR – Ratusan jemaah memadati Masjid Darussalam di Desa Sidowaluyo RW. 04, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada Minggu (12/7/2026). Kehadiran sekitar 500 warga ini dalam rangka mengikuti pengajian akbar memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus pertemuan Triwulan Muslimat NU.
Acara keagamaan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman, yakni “Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Generasi yang Berahlakul Karimah, dengan Meningkatkan Pengawasan terhadap Putra Putri dari Pengaruh Media Sosial”.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Belitang Mulya H. Sigit Haryo Yudanto, S.E., Kapolsek Belitang II yang diwakili oleh Kanit Binmas AIPTU Eko Budi Santoso, Danramil Belitang II yang diwakili Babinsa Serda Sugeng, Bhabinkamtibmas Brigpol Azis Widodo, S.E., serta Kepala Desa Sidowaluyo Masril Efendy, S.E.
Turut hadir pula jajaran kades dan kiai se-Kecamatan Belitang Mulya, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua panitia Riyanto, serta ratusan jemaah Muslimat NU dan warga sekitar.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang khidmat, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan sambutan hangat dari Kades Sidowaluyo.
Acara inti kemudian diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh K.H. Sajadillah Ali, pengasuh Pondok Pesantren Darl Mu’minin dari Desa Margomulyo, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya benteng moral dan pengawasan ketat dari orang tua agar anak-anak tidak terjerumus dalam dampak negatif arus informasi di media sosial.
Untuk memastikan jalannya acara berlangsung aman dan tertib, personel gabungan dari Polsek Belitang II, Koramil Belitang II, dibantu oleh anggota Perguruan Pencak Silat PSHT, bersiaga melakukan pengamanan di sekitar lokasi.
”Sinergitas antara TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan seperti PSHT dalam pengamanan ini dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah yang hadir,” ujar perwakilan Polsek Belitang II.
Kegiatan yang sarat makna ini ditutup dengan doa bersama dan berakhir sekira pukul 12.00 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.






