
BELITANG II – Sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi bencana alam, jajaran kepolisian melakukan pengecekan intensif debit air di aliran irigasi Desa Karang Manik, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur. Pemantauan ini dilakukan sepanjang hari pada Rabu (04/02/2026), mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Kegiatan yang dipimpin oleh Aipda Aan Afprianto bersama Brigpol Azis Widodo, S.E., dan Bripda Risky Alpian ini bertujuan untuk memastikan keamanan wilayah di tengah cuaca yang fluktuatif.
Mitigasi di Titik Rawan
Selain memantau ketinggian air, petugas di lapangan juga fokus pada mitigasi bencana di beberapa titik rawan. Berdasarkan pantauan, petugas telah memasang rambu-rambu peringatan serta spanduk imbauan penanggulangan bencana di lokasi strategis.
”Kami memberikan imbauan langsung kepada masyarakat yang melintas agar selalu berhati-hati, terutama di area yang berpotensi terjadi longsor atau banjir,” ujar perwakilan personel di lapangan.
Edukasi dan Koordinasi Lintas Instansi
Dalam upaya pencegahan (preventif), pihak kepolisian tidak hanya melakukan pengecekan fisik, tetapi juga melakukan pendekatan edukatif melalui kegiatan sambang dan bimbingan penyuluhan (binluh) kepada warga Desa Karang Manik.
Beberapa poin utama dalam upaya pencegahan ini meliputi:
- Waspada Debit Air: Menghimbau warga agar terus memantau kenaikan debit air yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan luapan banjir.
- Sinergitas: Melaksanakan koordinasi aktif dengan instansi terkait untuk mempercepat respon jika terjadi keadaan darurat.
- Edukasi Mandiri: Mengajak masyarakat untuk tanggap bencana secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Situasi Terpantau Aman
Hingga laporan diturunkan, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ada kejadian bencana alam (nihil) maupun kerugian harta benda dan korban jiwa di wilayah tersebut. Aliran air irigasi masih dalam batas aman terkendali.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melaporkan setiap perkembangan situasi secara berkala guna menjamin rasa aman bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Belitang II.






